0

Payback Period

Posted by Ms. Rahmi on 09.57 in
Payback periods are commonly used to evaluate proposed investments. The Payback Periods is the amount of time required for the firm to recover its initial investment in a project, as calculated from cash inflows. In the case of an annuity, the Payback Period can be found by dividing the initial investment by the annual cash inflow. For mixed stream of cash inflow, the yearly cash inflow must be accumulated until the initial investment is recovered. Although popular, the Payback Period is generally  viewed as an unsophisticated ca[ital budgeting technique, because it does not explicitly consider the time value of money.

Decision Criteria

When the Payback period is used to make accept - reject decisions, the following decision criteria apply :

  • If the payback period is less than the maximum acceptable payback period, accept the project.
  • If the payback period is greatest than maximum acceptable payback period, reject the project.
The length of the maximum acceptable payback period is determined by management. This value is set subjectively on the basis of a number of  factors, including the type of project ( expansion, replacement, or renewal, other ), the perceived risk of the project, and the perceived relationship between payback period and the share value. It is simply a value that management feels, on average, will result in value - creating investment decisions.

Personal Finance Example 

Seema Mahdi is considering investing $ 20,000 to obtain a 5% interest in rental property. Her good friend Akbar Ahmed, put the deal together and he conservatively estimates that Seema should received between $4,000 and $ 6,000 per year in cash from her 5% interest in property. The deal is structured in a way that forces all investor to maintain their investment in the  property for at least 10 years. Seema expects to remain in the 25% income-tax bracket for quite a while. To be acceptable, Seema requires the investment to pay itself back in terms of after-tax cash flows in less than 7 years.

Seema's calculation of the payback period on this deal begins with calculation of the payback period of the range of annual after-tax cash flow :

after -tax cash flow = ( 1 - tax rate ) x pre-tax cash flow
                              = (  1- 0.25 ) x $ 4000  = $ 3000
                              = (  1- 0.25 ) x $ 6000  = $ 4500

The after cash flow ranges from $ 3000 to $ 4500. Dividing the $ 20.000 initial investment by each of the estimated after -tax cash flows, we get the payback period :

Payback Period = Initial investment / After-tax cash flow 
                         = $ 20.000 / $ 3000 = 6.67 years
                         = $ 20.000 / $ 4500 = 4.44 years

Because Seena proposed rental property investment will pay itself back between 4.44 and 6.67 years, which is a range below her maximum payback of 7 years, the investment is acceptable.






0

Nilai sekarang ( Present worth / Present value )

Posted by Ms. Rahmi on 22.29 in
Persoalannya adalah ketika menentukan jumlah simpanan yang harus dilakukan saat ini, untuk mendapatkan jumlah uang sebanyak yang diharapkan, dengan tingkat bunga dan waktu tertentu.

Misalkan kita menginginkan jumlah uang di masa mendatang sebesar F, dengan suku bunga i %, dan tenggang waktu n tahun, maka nilai simpanan sekarang yaitu P diperoleh dengan :



0

Compound Interest ( Bunga Majemuk )

Posted by Ms. Rahmi on 22.04 in
Persoalan bunga berbunga di bagi menjadi :

1. Bunga Diskrit ( bunga nominal )
2. Bunga Kontinyu ( bunga efektif )

Penjelasan :

Bunga diskrit, berarti nilai bunga diperhitungkan pada setiap akhir periode waktu selama periode penelaahannya ( biasanya selama satu tahun).

Bunga kontinyu, diasumsikan bahwa bunga dihitung dan ditambahkan ke pinjaman pokok setiap saat selama satu tahun, jadi bunga bisa di hitung per bulan, per tiga bulan, atau enam bulan sekali.

Dalam pembahasan ekonomi teknik, bunga yang dipakai adalah bunga hasil penyimpanan uang, yang akan di hitung pada setiap akhir periode dan ditambahkan ke pokok pinjaman untuk periode berikutnya.

Contoh soal :
 uang sebesar Rp. 1000,- disimpan dengan tingkat suku bunga 5% pertahun, maka akhir tahun ketiga nilai uang tersebut menjadi Rp. 1157.60,- dengan perhitungan sebagai berikut :

Tahun ke-
Bunga 5 % per periode tahun
Jumlah uang per periode tahun
1
 5% x Rp. 1000,- = Rp. 50,-
Rp. 1150,-
2
 5% x Rp. ,050 = Rp. 52,5

Rp. 1102,5-

3
5% x Rp. 1102.50- = Rp. 55,10,-
Rp. 1157,60,-


Formula :



0

Simple Interest ( Bunga Sederhana )

Posted by Ms. Rahmi on 20.23 in


Tingkat suku bunga adalah rasio antara uang yang dibebankan atau dibayarkan diakhir periode waktu tertentu, biasanya satu tahun atau kurang, yang ditetapkan sebelumnya dengan uang yang dipinjam pada awal periode tersebut.
Untuk Simple interest atau bunga sederhana, bunga yang harus dibayar pada setiap periode tidak dimasukan ke dalam pokok pinjaman.
Contoh :
Jika sejumlah uang dengan nilai Rp. 1000,- dipinjam selama 3 tahun dengan bunga 5% pertahun, maka setelah 3 tahun nilai uang tersebut menjadi Rp. 1.150,-


Diperoleh dari :

Bunga pertahun                           = 5% x Rp. 1000,- = Rp. 50
Bunga 3 tahun                             = 3 x Rp.50,-         = Rp. 150,-
Jumlah modal yang dipinjam        = Rp. 1000,-
Jumlah yang harus dibayar           = Rp. 1150,-


Formula :

F ( future) = Nilai uang saat tahun ke n
P ( Present) = Nilai saat tahun ini
i ( Interest rate ) = tingkat suku  bunga ( %)
n =  Periode waktu

maka     :               F = P ( 1+ in )

 





0

Konsep Ekuivalensi

Posted by Ms. Rahmi on 19.07 in
Pertumbuhan uang di dalam waktu harus diperhitungkan di dalam semua kombinasi danperbandingan pembayaran.
( J.C.L Fish, Engineering Economic, 2th Edition, New York, Mc Graw Hill Book,Inc 1923)

kebanyakan persoalan di dalam ekonomi melibatkan dan menentukan apa yang ekonomis dalam jangka panjang. Dalam hal ini, kita perlu mengenal nilai uang dalam kurun waktu tertentu.
1 dollar sekarang akan lebih besar nilai nya dari pada 1 dollar di tahun mendatang.

Form :

nilai uang sebesar x pada tahun n
nilai uang sebesar x-i pada tahun ke ( n + 1)

case :
A meminjam uang sebesar Rp.1.000.000, dengan tingkat suku bunga 6 % pertahun, dan masa pinjaman 5 tahun.

Persoalan : Bagaiman cara pengembalian pinjaman tersebut.

1

Manajemen Proyek

Posted by Ms. Rahmi on 01.08 in

Manajemen proyek menjadi satu cabang khusus dalam managemen operasi yang tumbuh dan berkembang karena adanya kebutuhan dalam organisasi, terutama untuk menangani kegiatan yang sifatnya tidak rutin atau baru dalam jangka waktu tertentu dan dengan anggran tertentu pula.
Perbedaan proyek dengan kegiatan operasional rutin adalah, proyek mempunyai siklus yang pendek, sedangkan kegiatan operasional rutin memiliki siklus berjangka panjang, sehingga gaya manajemen ataupun intensitas kegiatan proyek berbeda dengan kegiatan rutin.
Secara umum, perbedaan ny sabagai berikut :

Proyek
Operasional rutin
Bersifat dinamis
Kurang dinamis dan bersifat rutin
Berlangsung dalam priode tertentu
Berlangsung dalam jangka panjang
Intensitas kegiatan berbeda - beda
Intensitas kegiatan relative sama
Kegiatan harus diselesaikan sesuai
Dengan anggran dan waktu tertentu
Anggara dan waktu tidak seketat proyek
Menyangkut berbagai kegiatan yang
Memerlukan keahlian multidisiplin
Jenis kegiatan relative tidak sekompleks proyek
Diperlukan jalur komunikasi dan tanggung
Jawab vertical ataupun horizontal agar efektif
Dalam pengolahannya.
Penekanan jalur komunikasi dan tanggung jawab pada arah vertical.

Tahapan dalam Kegiatan Proyek
Kegiatan proyek dapat dikelompokkan dalam dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan.
1.       Tahapan persiapan diantaranya :
-          Indentifikasi gagasan proyek atau analisis pendahuluan
-          Penggembangan gagasan menjadi  konsep – konsep alternative
-          Evaluasi kelayakan konsep alternative dari semua aspek
-          Penentuan konsep alternative yang terbaik
-          Identifikasi  sumber daya  yang diperlukan dan jadwal pelaksanaan
-          Menyusun perkiraan biaya
-          Menyusun organisai pelaksana,

2.       Tahapa pelaksanaan ditandai dengan kegiatan proyek, yaitu :
-          Menyiapkan rincian rekayasa desain untuk kegiatan pengadaan material dan konstruksi
-          Menyusun anggaran definitive dan jadwal induk proyek
-          Pengadaan dan mobilisasi tenaga kerja
-          Pembelian material dan peralatan, termasuk untuk pabrikasi
-          Penyelesaian konstruksi pra-operasi dan start –up.

Perencanaan Proyek
Perencanaan Proyek merupakan salah satu fungsi manajemen proyek yang sangat penting, meliputi kegiatan memilih dan menentukan langkah – langkah kegiatan yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Unsur – unsur dalam perencanaan proyek sekurang – kurangnya meliputi sasaran, organisasi, jadwal dan anggaran.
1.       Sasaran
Sasaran merupakan target di mana semua kegiatan diarahkan dan diusahakan untuk mencapainya.
2.       Organisasi
Organisasi merupakan sarana di mana para anggota bekerja sama untuk mencapai tujuan proyek.
3.       Jadwal
Jadwal merupakan salah satu prencanaan proyek yang penting yang mencakup urutan langkah – langkah kegiatan yang sistematis untuk mencapai sasaran.penjadwalan berguna sebagai sarana koordinasi dan integrigasi bagi kegiatan para peserta proyek menjadi satu rangkaian yang berurutan, sarana pengendalian yang dipakai sebagai tolok ukur dalam mengkaji kurun waktu penyelesaian suatu pekerjaan, serta untuk mengungkapkan adanya kegiatan yang perlu mendapatkan prioritas supaya penyelesaian proyek sesuai dengan waktu yang ditentukan.
4.       Anggaran
Anggaran merupakan salah satu bentuk perencanaan yang harus ditentukan sejak awal. Anggaran menunjukan perencanaan penggunaan dana untuk melaksanakan pekerjaan tertentu.

1

Beauty From Time to Time

Posted by Ms. Rahmi on 09.37 in

Copyright © 2009 Smart Reference All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.